Cari Mangsa di Bantul, Komplotan Penggendam Dibekuk

b536c93258433ea615a3e63f3839e31cSelamat siang sob, siang ini ane mau ngasih info tentang kejadian di Kampung ane kemarin sob, berhubung kemaren gak sempet nulis, eh dah keduluan deh ama KR Jogja, nah ini beritanya langsung dari Krjogja.com hehehe

Pengirim berita : Danar Widiyanto | Senin, 12 Januari 2015 | 18:55 WIB |

BANTUL (KRjogja.com) - Komplotan penipuan dengan modus gendam diamankan petugas Polsek Pandak Bantul, Senin (12/1/2014). Tiga tersangka masing-masing Mw (54), Af (35) serta Ny Ew, semua warga Jatimulyo, Alian, Kebumen dibekuk petugas di Pasar Gumulan Caturharjo Pandak Bantul. Para tersangka dibekuk setelah tertangkap tangan menipu Ny Darto Wiyono (65), warga Trisigan Murtigading Sanden.

Dalam kejadian itu, massa yang sudah terbakar emosinya tanpa ampun menghancurkan mobil Daihatsu Xenia milik tersangka. Sementara satu pelaku berinisial Tt dalam buruan petugas. Dari lokasi kajadian petugas menyita sejumlah uang, perhiasan hasil kejahatan serta barang berupa jimat.

Terbongkarnya penipuan bermodus gendam itu bermula ketika Ny Suratmi (51), warga Gedongan Pandak curiga dengan gerak-gerik dua lelaki yang menyapa di pintu masuk pasar. Setelah itu, perempuan itu melihat tersangka Ny Ew berbincang dengan seorang perempuan renta.

"Begitu saya disapa dua lelaki di depan pintu pasar, hati ini bergetar apalagi setelah melihat perempuan yang pernah menipu saya juga ada," jelasnya.

Selanjutnya gerak-gerik perempuan yang ada di depannya terus diamati. Tidak mau targetnya lepas, Ny Suratmi langsung mendekat dan menjambak rambut pelaku sambil berteriak minta tolong. Melihat patnernya ditangkap massa, di tengah pasar. Tiga tersangka lainnya bergegas masuk mobil dan melarikan diri ke arah timur menyusuri jalan di selatan pasar. Namun usahanya gagal lantaran di ujung jalan dihadang massa. Tanpa ampun komplotan penipu dihajar, namun seorang kabur.

Penipuan yang dialami Ny Suratmi terjadi pertengahan November tahun lalu di Pasar Mangiran Srandakan. Waktu itu sedang belanja di Pasar Mangiran tiba-tiba disapa dua lelaki di pintu masuk pasar. Kemudian di tengah pasar ditemui perempuan sambil mengatakan, jika lelaki yang menyapanya orang 'pintar'. Setelah itu perhiasannya tanpa disadari raib disikat komplotan penipu tersebut. Untuk mengelabuhi calon mangsanya, kawanan tersebut mengaku bisa membuat rezeki lancar dan usaha berhasil. Namun syaratnya barang pemberian salah satu komplotan harus dibuka di rumah.

"Setelah saya buka ternyata isinya hanya tanah, dan baru sadar saya tertipu," ujarnya.

Sedang Ny Darto Wiyono mengatakan, setelah sampai pasar langsung disapa dua pelaku sambil menanyakan jenis usahanya. Setelah itu masuk pasar pelaku perempuan terus mendekati sambil mengatakan jika lelaki yang baru saja menyapanya orang ‘pintar’. Kemudian perbincangan di teruskan di sisi bagian selatan pasar.

"Saya diberi barang katanya sebagai syarat mendapat rezeki dan usaha lancar, ternyata setelah saya buka, hanya tanah dibungkus daun," ujarnya. Pelaku juga memberi syarat jika bungkusan harus dibuka setelah wudhu.

Kapolsek Pandak AKP Paimun SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Pandak Iptu Aru mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku dua kali menipu dengan gendam. "Masih kami periksa, pengakuannya baru dua kali," ujarnya. (Roy)

 

Nah itu sob berita yang bikin geger di kampung ane tinggal kemarin. Pas di Pasar Legi Gumulan.