MENGHARGAI IKLAN TETANGGA

Selamat petang sahabat semua,

Photo2264Gimana ni sahabat punya kabar ? Yah, setelah beberapa waktu yang lalu tersibukkan dengan pembersihan abu vulkanik Gunung Kelud, sekarang aktivitas Mas Mur sudah kembali normal, dalam artian sudah kembali terpenuhi dengan aktivitas-aktivitas yang padat dan menyita banyak tenaga, pikiran dan waktu. Berangkat kerja pagi dan pulang kerja petang hari, setelah itu melanjutkan aktivitas sebagai seorang warga dusun, hehehe Senyum. Namun walau demikian sibuknya, Mas Mur tetap semangat kok, hehehe, dan berusaha untuk selalu menyapa sahabat semua, walaupun tidak sesering dulu, yach, paling tidak satu bulan sekali lah, syukur-syukur sih bisa lebih sering lagi.

Mengingat traffik Blog Mas Mur ini yang sudah mulai terbengkalai, karena sepi dari aktivitas blogging. hehehe, jadi jarang ada yang berkunjung dah…. Tapi gak apa-apa sob, karena Mas Mur bisa memaklumi keadaan ini, karena Mas Mur sendiri juga jarang sekali Blogging Walking ke tempat sahabat semua. Ya karena itu tadi sob, kalok dah disibukan dengan pekerjaan terkadang jadi asik sendiri dengan pekerjaan itu, dan jadi menikmati betul, bahkan untuk status-status dalam Facebook saja agak jarang, hehehe, belum tentu dalam satu hari update status. hehehe

Eh iya sob, langsung kepembahasan aja yuk, itu lho tentang judul yang Mas Mur tulis “Menghargai Iklan Tetangga”. Adakah diantara sahabat semua yang tau akan maksud dari judul yang Mas Mur ambil ?

Sebenarnya, dengan melihat sisipan gambar yang Mas Mur tampilkan, pasti sobat dah dapat menebak, iya kan. Gambar Mas Mur ambil di Perempatan Dongkelan dari arah utara, yah kebetulan ketika lampu merah Mas Mur menengok ke kiri melihat sebuah iklan yang menempal pada sebuah Banner informasi kegiatan, sehingga iklan tadi menutup sebagian informasi dari banner.

Dan hal ini sering sekali terjadi, dan yang lebih ironis lagi iklan yang ditempel disembarangan tempat itu bukan hanya menempel pada banner milik pemasang iklan yang lain, tetapi juga pada rambu-rambu jalan. Dan jika kita perhatikan, bunyi iklannya sama “DIBUTUHKAN ”. Iklan inilah yang sering menempel dan menutuk iklan-iklan yang lain, yang mana iklan-iklan yang tertutupi itu tentunya akan sangat dirugikan dengan hal ini, karena informasi yang disampaikan jadi tepotong. Iklan yang menutupi iklan yang lain ini seolah hanya jadi ajang promosi nomor handphone belaka, karena yang tercantum dengan ukuran huruf yang besar hanyalah kata “DIBUTUHKAN” dan Nomor Handphone saja.

Namun ini kembali kepada niatan dan tujuan kita kok sob, karena semua pasti akan mendapatkan hasil dari semua perbuatan kita kok, baik itu baik maupun yang kurang baik atau bahkan yang tidak baik. Jadi sebagai seorang warga yang baik, hehehe Mas Mur hanya ingin berbagi dan saling mengingatkan kepada sahabat semua dan Mas Mur sendiri tentunya, untuk saling menghargai satu sama lain, dalam hal ini adalah “ETIKA MEMASANG IKLAN”. Karena Mas Mur sendiri juga pernah memasang iklan, dan ketika ada yang menutup iklan kita saja Mas Mur merasa agak jengkel. hehehe Bagaimana dengan sahabat semua ?

Mungkin kali ini, ini yang bisa Mas Mur tulis untuk sahabat semua, sekali lagi ini hanyalah pendapat Mas Mur saja, mungkin sahabat yang lain mempunyai pendapat yang berbeda. Mas Mur juga mohon maaf jika ada diantara sobat semua yang tersinggung dengan tutur kata dan bahasa yang Mas Mur gunakan diatas.

Mas Mur tunggu kritik dan sarang sahabat semua….

Salam hangat dan sukses selalu….