PEMBERKASAN SERTIFIKASI GURU



Selamat siang sobat semua....^_^’’
Gimana nie punya kabar, semoga sobat semua senantiasa dalam keadaan sehat walafiat ya...
Sebelum masuk pembahasan tema yang Mas Mur angkat pada kesempatan ini, Mas Mur mau minta maaf dulu kepada sobat semua, karena Mas Mur akhir-akhir ini jarang berkunjung ke blog sobat semua, dikarenakan banyaknya aktivitas di luar, jadinya waktu untuk ol berkurang banyak. Bahkan untuk membuka dan mengecek akun facebook saja agak keteteran.hehehe..untuk itulah sekali lagi Mas Mur minta maaf kepada sobat semua, dan juga mohon dimaklumi ya. Tapi Mas Mur akan tetap menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog sobat.

Ukay-ukay....
Sekarang saatnya masuk ke pembahasan tema dan judul yang Mas Mur angkat, yakni berkaitan dengan sertifikasi guru..hehehe
Nanti setelah Mas Mur selesai bahas, giliran sobat yang berpendapat ya, kan setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda, dan juga melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Terus terang saja sob, sebenarnya Mas Mur kurang setuju dengan yang namanya sertifikasi guru....eit jangan dibantah dulu ya..hehehe
Coba kita lihat terlebih dahulu, disini bukan maksud tidak setujunya itu 100% lho, hanya dalam beberapa hal saja. Yang Mas Mur tidak setuju adalah kebijakan tentang persyaratan pencairan dana. Kalok cuman untuk proses awal sih setuju-setuju saja, karena itu untuk membuktikan dan menguji guru itu profesional atau tidak, guru beneran atau jadi-jadian..hehehe

Maaf nie sob, pembahasan Mas Mur memang tidak runtut, karena memang Mas Mur bukanlah seorang penulis yang ahli menulis, tapi hanya seorang remaja berumur 24 tahun yang ingin mengeluarkan uneg-uneg dan juga pendapat saja. Kan kita hidup di negara demokrasi, dari pada demo-demo yang tak jelas juntrungannya, demo yang menghabiskan anggaran saja.
Contohnya ya demo seperti sekarang ini, tentang kenaikan harga BBM, padahal demokan juga salah satu pemicunya lho, coba direnungkan baik-baik, ketika terjadi demo, jalanan menjadi macet, kan kendaraan jadinya ikut antri panjang untuk lewat, padahal kendaraan tersebut juga pake BBM tho bukan air ? coba dihitung berapa banyak BBM yang terbuang sia-sia karena macet ? hehehe
Ditambah lagi sikat-sikap anarkis yang merusak fasilitas umum, memangnya nanti perbaikan tidak butuh dana, padahal dananya juga tidak sedikit, jadi kan alokasi dana yang harusnya untuk rakyat, lari deh untuk perbaikan fasilitas umu, coba siapa yang rugi lok seperti ini ? Nah ini kan kadang tidak pernah terpikirkan. Karena yang ada hanya permainan politik saja. Politik itu memang kejam, kayak harimau...huahmmmmmm...saling menerkam dan saling memakan...kkkk

Ukay sob kembali ke tema lagi ya..tentang sertifikasi guru tadi...
Untuk syarat pengajuan Mas Mur tidak ada masalah, tapi untuk pencairan yang mana guru-guru ini dituntut harus mengajar 24 jam seminggu. Ini yang menjadi Mas Mur agak mengganjal, untuk sekolah negeri mungkin tidak terlalu bermasalah. Tapi untuk sekolah swasta yang jumlah kelasnya sedikit ini menjadi masalah yang cukup rumit. Ini juga menjadikan hubungan antar guru tidak harmonis, kadang saling berebut jam mengajar, bahkan memaksakan diri untuk mengajar walau itu bukan bidangnya..nah disini pertanyannya adalah dimana letak profesionalnya...yang ada adalah guru hanya ingin mencairkan dana saja, mengajar hanya sebagai formalitas saja. Ini sangat bahaya. Terkadang dan tak jarang, ini bahkan mungkin terjadi di hampir semua sekolah..ketika datang waktunya pemberkasan, banyak guru yang bahkan tidak perduli dengan jadwal mengajar dan kewajiban mengajar, yang ada adalah ambisi untuk segera melengkapi administrasinya supaya dana sertifikasinya cair...iya kan ? silahkan bertanya pada diri masing-masing...hehehe khusus bagi terdakwa...kkkkkk :P
Ingat, ini tadi hanya pendapat Mas Mur lho....orang lain boleh berpendapat lain...:D

Nah, ketika hal seperti ini maka yang namanya kewajiban mengajar akan bubar...dan anak didik akan gak karuan hehehe...lha jam kosong...inikah yang dimaui oleh pemberi kebijakan. Hal yang membuat dunia pendidikan menjadi terobsesi hanya mencari tunjangan sertifikasi, dunia penddidikan yang sudah tidak berkiblat pada pendidikan yang murni, pendidikan yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa. Tapi pendidikan hanyalah bersifat formalitas, asal dana cair.....kkkkk
Justkid cuy...

Nah itulah sob, yang tidak Mas Mur setujui dalam hal sertifikasi ini, yang hanya membuat orientasi pendidikan berubah halauan. Yang justru membuat anak didik terlantar, karna gurunya sibuk mengurusi administrasinya...pertanyaannya adalah yang terpenting dari seorang pendidik itu apa sih ? tolong dijawab sendiri-sendiri...hehehe, Mengejar administrasi saja, ataukan melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas...Ada sebuah lagu yang dulu sering Mas Mur dengar, Guru tanpa tanda jasa...tapi sekarang apa...bahkan banyak guru ikut-ikutan demo tatkala tunjangan-tunjangan pemerintah tidak turun...apa ini bisa dikatakan tanpa tanda jasa ? bukannya ini juga merupakan tuntutan untuk mendapatkan jasa. Jadi lagu GURU TANPA TANDA JASA, sekarang sudah tidak berlaku lagi....hehehe

Kesimpulannya adalah pemberi kebijakan harusnya meninjau ulang kebijakan ini. Sudah tepat atau masih belum pas, untuk mengetahuinya adalah dengan turun langsung kelapangan. Bukan hanya melihat berkas administrasi yang tidak falid dan banyak rekayasa belaka. Untuk selanjutnya silahkan sobat semua berikan pendapat tentang hal ini....hehehe