SOTO PAK SHOLEH



Pagi ini terlihat sangat cerah, udara pun terasa sangat sejuk. Suegeerr.......
“Pye, ko...ki wes tak gawake arit (lidah jawa bilang aret), sido ora le mbabati suket kidul omah ?”, kata Pak Padi pagi itu. Datang-datang langsung ngasih arit.
“wah, langsung tho pak ? “ sahutku.
“mbok mangke pak, ngentosi jam-jam 8an “ sahutku lagi.
Percakapan pendek ini mengawali kegiatan pagi Mas Mur.
Seusai dari kelas untuk mengecek kegiatan tadarus pagi, Aku pun kembali ke Kantor dan ganti Kostum, hehehe...maksudnya melepas baju dinas dan berganti dengan kaos biasa.

Pripun pak ? Dimulai wae pak, mangke ndak gelak panas...
Akhirnya Mas Mur dan Pak Padi pun mulai mengambil arit dan mulai membabat rumput selatan rumah dinas Pondok. Rumah dinas yang sudah tidak dihuni lagi. Seperti rumah kosong.
Dengan semangat 45, Mas Mur dan Pak Padi membersihkan rumput yang tumbuh dengan subur di Selatan Pondok tersebut.

Wah, duwur-duwur nggih pak, akeh erine (tinggi-tinggi dan banyak durinya pak) ? cletukku....
Memang karena rumputnya sudah terlalu lama tidak di rawat, jadinya tumbuh dengan subur dan liat. Hampir setinggi  lutut orang dewasa. Sebenarnya ada sih, petugas kebersihan, namu ya seperti ini, sangat sibuk sekali mengurusi kegiatan di SDIT, jadi tidak pernah mengurusi yang bagian di SMP dan SMA.

Sampai sekarang saja, rumput yang sudah dikumpulkan saja belum juga dibuang. Masih numpuk ditempat semula. Ya, begitulah problematika kehidupan. Jadi harus saling peduli, karna itu hampir semua guru juga mulai memenuhi kebutuhan kelas sendiri, tanpa menunggu petugas. Karna, petugasnya terlalu sibuk dan tidak pernah menghiraukan kepentingan kelas untuk SMP dan SMA. Bahkan untuk menyapu saja guru-guru rela, bahkan nyangkul, mencabuti rumput dan lain sebagainya.

Namun, bukan ini yang akan Mas Mur ceritakan.....itu tadi hanya sekedar intermezo aja, untuk mengawali cerita. Supaya Sobat-sobat semua juga tau posisi Mas Mur, jadi Mas Mur disini bukanlah seorang petugas kebersihan. Namun, karna suatu hal tadi itulah makan seperti ini. Kadang malu juga, ketika baru bersih bersih ada tamu yang datang dari dinas untuk suatu keperluan. Hehehe...
Masak menemui tamu dalam kondisi kaosan....ga sopan...
Tapi ya apa boleh buat...

Nah mulai titik puncak pembahasan, gini nie ceritanya....

Siang-siang tuh paling enak makan yang panas panas dan minum yang dingin-dingin ya sob....?
Itu menurut pandangan Mas Mur semata sih. Tapi Mas Mur yakin sahabat semua pun pasti setuju kan dengan pendapat Mas Mur ini. Hehehe agak maksa ni ceritanya.
Nah sebagai referensi kuliner ni, Mas Mur sekedar mempromosikan lokasi kuliner yang lumayan murah meriah namun tidak mengabaikan soal kualitas rasa.

Banyak kita jumpai di pinggiran jalan di Jogja terutama, plang nama SOTO PAK SHOLEH, iya kan ? ada di Jalan Monjali, Jalan Magelang dan lain-lain. Yang mana harga yang ditawarkan pun macam-macam. Selain itu harganya pun bervariasi pula.

Namun, SOTO PAK SHOLEH yang satu ini beda lho sob, lokasinya justru tidak dipinggir jalan umum, tapi malah masuk kedalam kampung. Hehehe, terletak di dusun Sembung Purwobinangun Pakem Sleman. Jl. Palagan Tentara Pelajar km. 15, sekitar 10km utara Monjali ( Monumen Jogja Kembali)
Karna, Soto Pak Sholeh yang satu ini berlokasi di dalam kompleks kampus terpadu Darul Hikmah. Sebuah Pondok Pesantren yang mengadakan pendidikan SMP dan SMA di wilayah kecamatan Pakem. Hehehe, namanya SMP Darul Hikmah Pakem dan SMA Terpadu Darul Hikmah.

Walaupun lokasinya di dalam kompleks sekolahan, yang kelasnya murah meriah, namun kualitas rasa dari Soto Pak Sholeh ini sungguh tidak kalah dengan masakan yang ada di Rumah Makan. Ga percaya, buktikan sendiri kebenarannya.

Soto ini mirip model soto yang ada di daerah Solo, jadi ada kacang kedelainya. Berikut gambarnya....

 Soto Pak Sholeh

Soto dan Kerupuk Pak Sholeh

Nah itu dulu ya sob, infonya.....
Besok dilanjut dangn info yang lain.....