SENANDUNG PAGI



Cerah ku lihat langit pagi ini....
Bintang bertaburan terlihat jelas di mataku...
Begitu indah dan mempesona....
Goresan lukisan langit pun begitu nyata....

Tahu entah mengapa....
Mungkin karna habis hujan sehari kemarin...
Hujan badai beserta kabut putih yang menyelimuti..
Yang menutupi ke elokan yang indah ini..

Namun kini tirai penutup itupun telah terbuka lebar....
Menampakkan semua keindahan yang tersembunyi...
Begitu pula tirai penutup hati ini...
Terkuak sudah keraguan yang menutupi...

Selesai sudah kumencari pengisi taman di hati...
Keyakinan dan kemantapan pun telah ku genggam erat...
Taman ini hanyalah untuk diisi dengan kelembutan dan kehangatan kasih..
Taman ini hanya untuk orang-orang yang sanggup merawat dan memeliharanya...

Tak kan aku biarkan sembarang orang masuk kedalamnya...
Orang-orang yang hanya akan merusaknya..
Orang-orang yang hanya bisa melukainya...
Orang-orang yang tak bisa mengerti akan artinya...

Hanyalah Dia yang tau akan siapa yang berhak...
Siapa yang pantas...
Pantas untuk merawat dan memilikinya....
Bukan kamu, yang tak kan pernah mengerti akan hal itu...

Dan diakhir kata senandungku...
Sambil menunggu mentari yang masih bersembunyi....
Aku pun akhirnya harus menunggu..
Menunggu sang pengisi taman ini....

Taman yang hanya untuk orang-orang yang dapat merawatnya...
Orang-orang yang dapat menjaganya...
Orang-orang yang mampu mengerti akan artinya...
Inilah akhir dari senandung ini...


Jawaban akan semua pertanyaan hati..

Telah terjawab malam ini
Sudah tidak ada keraguan lagi dalam diri ini..
Tak kan ku berikan harapanku untuk mu.....

Kau yang disana..
Tak kan pernah mengerti akan hal itu...
Kau takkan pernah bisa menjaganya....
Kau hanya akan merapuhkannya...

Kau yang disana....
Tak kan penah bisa memahaminya...
Kau hanya memampu memberikan harapan semu...
Kaulah fatamorgana yang selalu menyelimuti mimpi-mimpiku..