Mini Capung



Dahulu, kira-kira 10 tahun yang lalu, di daerah tempat tinggal Mas Mur banyak sekali dijumpai berbagai jenis capung. Mereka beterbangan dengan bebasnya. Warna warni indah sayap dan tubuhnya. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang kecil seperti jarum yang disebut kinjeng dom, ada yang kecil biasa yang disebut kinjeng cilik, ada yang besar dan berwarna loreng yang disebut kinjeng tentara, bahkan ada juga kinjeng yang berwarna kuning dan merah yang disebut kinjeng hias. Selain itu ada satu lagi yang unik, kinjeng tangis, bentuknya lebih menyerupai lalat besar, kinjeng yang satu ini digunakan sebagai pertanda hujan atau cerah. Jika kinjeng tangis ini berbunyi maka dipastikan hari itu cerah, namun jika tidak ada suara kinjeng tangis maka biasanya hari itu turun hujan.

Nah, ini adalah gambaran awal, bahwa masa itu masih banyak sekali jenis dari capung atau kinjeng. Namun, untuk masa sekarang ini Mas Mur sudah jarang sekali menemui yang namanya capung ini. Mungkin untuk beberapa daerah masih banyak dijumpai, daerah yang mungkin Mas Mur belum ketahui.

Jikalau, memang sudah jarang ada yang namanya capung ini, apa mungkin populasi hewan ini sudah menurun. Atau malah terancam punah ya. Kasihan anak cucu kita jika hanya
mengetahui keberadaan berbagai jenis capung ini dari media masa. Hanya bisa melihat gambarnya.

Padahal dahulu itu, waktu Mas Mur masih kecil, sering sekali bermain capung, ditangkap kemudian dikasih kertas kecil, yang membuat penampilan capung ini seolah-olah  sebagai sebuah pesawat terbang. Ada keasyikan tersendiri dalam permainan ini. Sebagai remot controlnya menggunakan benang yang diambil dari serat gedebok pisang (serat batang pisang) yang diikatkan pada ujung ekor capung ini.



 Capung di atas bunga sepatu yang sudah jatuh

 Capung di atas kerikil

  Capung di atas kerikil kecil

 Capung di atas batu yang tertimbun tanah

 Capung di atas daun kering

Capung di atas bunga pukul 4 yang baru tumbuh

Terkadang sebagai umpan untuk mendapatkan capung yang besar, harus memancingnya dengan capung yang kecil. Ya seperti memancing ikan di sunagai caranya. Hehehe
Dan permainan ini menurut Mas Mur tidak ada di daerah perkotaan. Karena sangat unik dan tidak ada unsur modernnya. Sedang di daerah perkotaan jenis permainan sudah sangat banyak jenisnya. Sudah menggunakan media elektrik.

Nah, yang ingin Mas Mur sampaikan dalam tulisan kali ini adalah MARI KITA JAGA KESEIMBANGAN ALAM KITA. Maksudnya, kita lestarika hewan-hewan yang sekiranya sudah sangat jarang kita temui ini. Ini juga merupakan salah satu dampak dari berkurangannya tanaman pohon disekitaran kita. Taman-taman juga sangat berpengaruh keberadaannya untuk binatang ini. Karna binatang ini sangat senang di daerah yang sejuk dan rimbun. Terutama daerah yang berbunga.

Nah ajakan selanjutnya adalah MARI KITA JAGA KEHIJAUAN TEMPAT TINGGAL KITA, kita mulai dari sini. Dari tempat tinggal kita masing-masing.
Yang teakhir adalah,
TERIMAKASIH SUDAH MAU  MEMBACA.