Bangga Pada Diri Sendiri

Malam ini hujan mengguyur kota Sembung dan sekitarnya. Terdengar suara merdu iringan musik syahdu dari sudut kamarku. Suara musik yang dapat menghanyutkan suasana malamku ini. Pelan-pelan namun pasti, diayunkanya jemari lembut ini menyentuh tombol keyboard netbook baruku. Hehehe..ini ceritanya supaya agak gimana gito shob...lanjut.. Terkadang, ada seditik terdengar hati kecil ini berbisik mesra bertanya pada diri sendiri. Apa sih yang kamu banggakan selama ini ? terdiam sesaat, berfikir untuk bisa menjawab pertanyaan singkat ini. Pertanyaan yang penuh dengan arti, makna yang terkandung didalamnya pun tak bisa dihitung dengan jari yang ada. Bukan hanya jari, rambut pun tak sanggup untuk menjawabnya. Terang aja ya shob...kan jawabnya pake mulut.....hehehe, lanjut.... Terkadang pula, muncul alam benak ini, mengapa masih banyak orang yang hanya membagaan orang tuanya, atau temannya atau juga kenalannya. Kenapa mereka tidak mau berbangga pada diri mereka sendiri. Sering kita dengar, kita lihat dalam beberapa media masa, tersebar berita tentang remaja yang hanya karna tidak dibelikan kendaraan orang tuanya kemudian tidak mau berangkat sekolah. Ini sesuatu hal yang sangat unik untuk kita bahas. Pengalaman dari diri pribadi ini mengatakan, mengapa kita mesti berbangga dengan milik orang lain. Mestinya kita bangga dengan apa-apa yang kita hasilkan dari tetesan keringat kita sendiri. Karna dalam agama islam khususnya, Rasulullah bersabda bahwasanya pemuda yang hebat adalah pemud yang mau membusungkan dada dan bilang inilah aku, bukan kok bilang itulah bapak ku. Namun jarang kita temui pemuda masa kini yang mau bilang begitu. Pemuda sekarang masih cenderung membanggakan orang tuanya. Jika kita lihat nantinya, jika kita terlalu tergantung kepada orang tua maka kita tidak akan pernah maju dan tak akan pernah mampu bertahan hidup melawan derasnya arus kehidupan ini. Kita bisa membangkan sendiri, bagaimana jadinya jika kita ditinggalkan oleh kedua orang tua kita. Apakah kita masih bisa bertahan hidup ? apakan kita hanya akan mengandalkan harta warisan saja ? ya kalok ada...kalok tidak ? hehehehe....jangan sambil nangis lho bacanya...lanjut Banyak pemuda sekarang yang hanya mengandalkan orang tuanya itu tadi,sehingga tidak bisa hidup mandiri. Bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Terlalu bergantung kepada orang tua. Dan tidak mau berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Wah bahasanya muter-muter ya shob... Iya deh, kita segera ke inti pokok permasalahannya aja ya... Gin nie... Pemuda sekarang harus bisa berubah, jangan terlalu memeras orang tua... Apa-apa minta orang tua.... Kasihan orang tua kita yang semakin tua.... Apa lagi kalok kita masih punya saudara kecil....adik....gito...hehehehe Kasihan kan..... Lebih hebat lagi jika pemuda itu bisa memenuhi kebutuhannya sendiri..... Tanpa harus merepotkan orang tua..... Kayaknya itu dulu deh renungan hari ini... Perlu kita renungkan bersama deh..... Hehehehe,,,, Ya dah met rehat aja ya buat sahabat semuanya......