PELAJARAN BERHARGA TENTANG CINTA

PELAJARAN BERHARGA TENTANG CINTA
Ehm…bagaimana nie kabar sahabat semua ? Wah jadi kangen nie, dah beberapa waktu gak update uneg-uneg atau cerita. Nah untuk itu kali nie Mas Mur ingin mengisahkahkan pelajaran yang Mas Mur terima ketika menghadiri acara pernikahan seorang sahabat. Yang mana pernikahan ini melibatkan dua insane lintas agama. Jangan salah tangkap dulu lho…kan ceritanya belum selesai J Untuk gambaran awal, pernikahan ini terjadi pada hari Sabtu, 10 Juli 2011 di Yogyakarta…hehehe alamat lengkap dirahasiakan, sesuai permintaan mempelai, biar aman gito..malu katanya lok dibuat sebagai bahan pembicaraan.
Caritanya begini….waktu itu tanggal diatas, Mas Mur diminta seorang sahabat untuk mendokumentasikan acara pernikahan seorang sahabat, yang mana seperti gambaran di atas, dua mempelai yang beda agama, namun Alhamdulillah, mempelai putra dengan sadar, ikhlas telah bersedia melafadzkan dua kalimat sahadat. Dua kalimat suci yang dijadikan sebagai kunci pembuka pintu surga. Pada hari itu, detik itu, semua manusia tak lepas dari dosa dan kesalahan, namun tidak untuk sahabat yang baru saja melantunkan dan melafadzkan dua kalimat suci ini. Dengan diiringi doa seluruh keluarga sahabat saya ini telah menyatakan masuk Agama Islam, Maka dengan demikian dosa dan kelasahan di masa lalu telah diampuni dan dihapuskan. Amin…
Namun bukan masalah ini yang akan Mas Mur sampaikan…hehehe, namun sebagai sedikit pembuka cerita aja sih..gapapa kan ?
Ehm..dalam acara pernikahan itu ada sebuah pelajaran yang disampaikan oleh ustadz pemandu. Pelajaran yang berupa nasihat-nasihat singkat yang penuh makna. Ya…walaupun kedua mempelai sudah pernah menikah sebelumnya…hehehe yang mana juga sudah dikaruniai dua orang putra…Namun, walau demikian, tetap saja nasihat ini tetap penuh makna dan kan bermanfaat jika diamalkan. Baik oleh kedua mempelai, ataupun tamu hadirin semuanya.
Dalam nasihatnya Ustadz menjelaskan makna dari sebuah kata “CINTA”
Yang mana cinta dipaparkan begitu menarik oleh beliau, intinya adalah sebagai berikut :
“Cinta adalah ungkapan perasaan sayang kepada seseorang, yang mana dalam masalah cinta tidak ada yang mananya paksaan, atau memaksakan kehendak kepda orang yang disayangi.
Jika kita mencintai seseorang maka bertanyalah pada diri sendiri, apa yang bisa saya berikan kepada orang yang saya cintai, bukan bertanya kepada orang yang kita cintai, apa yang bisa dia beri untuk kita”
“Kita harus bisa membuat nyaman dan bahagia orang yang kita cintai, bukan hanya sekedar senang, tetapi bahagia. Ini hal yang mudah untuk diucapkan, namun cukup berat untuk diterapkan..benar pa iya ? hehehehe…..”
Ya, lok Mas Mur sih juga baru berusaha dan belajar tentang ini, kan belum cukup umur wat nikah..hehehe…eh bukan ndink…pi belum da yang mau ja kali….(Ehmmmmmm)
Kemudian Pak Ustadz juga mengatakan “jika di dunia ini ada Surga, maka Surga itu terdapat dalam keluarga yang sukses, keluarga yang mampu mengelola dan menejemen rumah tangganya, dan Jikalau di dunia ini ada Neraka, maka Neraka itu terdapat dalam keluarga yang gagal, keluarga yang tidak ditemukan kedamaian didalamnya”
Hal yang bisa membuat seseorang stress berat adalah masalah keluarga, dan yang bisa membuat seseorang merasa bahagia juga keluarga. Untuk itu ada pesan dari Rasulullah untuk kita “Nawwiru Manazilakum Bisholati wa Qiroatil Qur’an” yang artinya “Terangilah/Hiasilah rumahmu dengan Sholat dan bacaan Qur’an”
Rumah yang di dalamnya selalu terdengar bacaan ayat-ayat Qur’an, maka akan selalu dinaungi kedamaian dan kesejukan, namun juga sebaliknya.hehehehe ya ini tidak akan bisa bercaya lok belum dibuktikan…makanya kita buktikan yukk……kita adakan gerakan Baca Al Qur’an tiap hari…ya minimal setelah sholat Maghrib duech….eh iya..yang dimaksud sholat disini tadi sholat sunah lho..kan sholat fardlunya di tekankan untuk dilaksanakan di Masjid berjamaah..ya sekalian menjalin tali silaturahmi gito sama tetangga..praktis dan indah tho ajaran Islam ini….
Sekian dulu yang critanya..Insyaallah besok dilanjutkan lagi…..