Tinta Hati

Q Masih Berharap

Tulisan kali ini, membahas masih belum pahamnya diriku dengan semua ini, dengan semua sikapnya yang selalu menghindar dari diriku. Ya, mungkin benar aku salah, tapi aku juga ingin tahu dimana letak selahanku. Mungkin dia menganggap hal ini remeh, tak berguna untuk dibahas. Namun bagiku, hal ini sangatlah penting untuk selalu aku bahas hingga aku menemukan jawaban yang pasti dan melegakan hati ini. Sebagaimana yang aku rasakan, mungkin sudahlah kita anggap selesai masalah ini, namun apa yang diselesaikan, apa masalahnya, sehingga dia memarahiku hingga selalu menghindariku, bahkan sampai dengan yang namanya ganti nomor hp. Oklah, seandainya memang dia ingin serius dengan pacarnya, tidak ingin diganggu. Tapi sebelum ini tolong, jelaskan apa maksud dari semua ini. Jujur, aku tak bisa yang namanya harus membenci seseorang, apalagi membenci orang yang memang aku sayangi.

Sering aku katakana kepadanya bahwa aku tak bisa membencinya, walau dia berusaha untuk selalu membatku membencinya. Namun kebencian itu akan membuat kita menderita diakhirnya. Hal itulah yang tidak aku inginkan. Aku tidak mau menyesal dikemudian hari, aku juga tak mau dia merasa kecewa dikemuian hari pula.

Kebingungan ini terjadi lantaran dirinya tak mau berterus terang tentang semua ini. Alasan yang dia pakai juga tidaklah kuat, apa iya aku telah mengganggu belajarnya ? terkadang aku berfikir demikian, tapi hal itu tidaklah mungkin, mengapa ? karna aku hanya selalu berusaha untuk membantunya belajar, aku tak mau dia gagal di UNnya kelak, hanya gara-gara hal ini.

Yang membuatku tambah tak paham, bahkan kakak-kakaknya pun ikut-ikutan mengabaikanku, kenapa ? apa salahku ? Tolong kasih tau aku tentang kesalahanku, untuk dapat aku benahi. Apa mungkin aku ini juga terlalu banyak ikut campur dalam masalah rumah tangga ? Saya rasa juga tidak.
Memang sih, aku banyak mendengar banyak hal yang kurang enak didengar tentang dirinya. Yang mana, menurut banyak sumber yang member masukan, dan tidak dapat ku sebutkan, dia ini memang suka bergaul dengan banyak teman laki-laki, ya walaupun sekedar teman, tetapi menurut mereka dia ini terlalu member peluang dalam berteman. Seolah dia itu sayang kepada temen-temannya itu tadi, namun sayangnya dia hanyalah sebatas teman, namun sikapnya mengisyaratkan kepada temen-temenya bahwa dia suka padanya, sehingga teman-temannya menganggap dia sebagai pacarnya. Dan dia juga dengan mudahnya meninggalkan temen-temenya itu tadi tanpa alas an yang jelas pula.
Kadang inilah yang aku rasa, apa mungkin aku juga diperlakukan sama, apa iya perkataan orang-orang tentang dirinya itu benar ? Sehingga dia bersikap seperti ini juga tenang-tenang saja. Tidak pernah sedikitpun merasa bersalah. Apa ini adalah sifatnya ?

Namun, aku masih berharap setidaknya supaya dia juga menyadari apa yang dia lakukan ke diriku dan juga orang selain aku. Intinya, jangan sampai dia ini dengan mudah memutuskan tali persaudaraan. Karna hal itu akan menimbulkan kesengsaraan dikemudian hari. Ya, mungkin aku menulis seperti ini juga tak akan dapat mengubah semuanya, paling tidak aku bisa meluapkan semua beban yang aku rasakan selama ini. Aku Cuma ingin supaya dia tau bahwasanya aku tak kan pernah membancinya. Aku tetap menyayanginya sebagai adik yang juga teman berbagiku. Dan aku juga kan buktikan semua itu, kan ku buktikan bahwa aku tak pernah sedikitpun membencinya, ku kan tetap menyayanginya. Biarlah orang berkata apa ? karna bukankah hanya kita yang tau dengan permasalahan kita. Maafkan aku jika tulisan ini menyinggungmu, tulisan ini hanyakah ungkapan hatiku, karna aku tau kamu tak mau menemuiku.
Dengan ini pula mas sampaikan, mas Cuma berharap, dedek baik-baik saja. Bisa belajar dengan nyaman. Bisa lulus kemudian, mas tidak mau menjadi penghambat belajarmu. Jika dedek mau, mas pasti kan bantu dedek lagi seperti dulu. Karna mas tetap menyayangimu. Dan mas tak kan pernah membencimu. Mas tau dedek melakukan hal ini, karna tak mau menyakiti hati mas, mas tau lok sebenernya dedek sayang sama mas. Tapi mas uga tau, dedek melakukan semua ini karna tidak mau menyakiti hati teman-teman dedek, dedek malu seandainya dekat dengan mas, makanya dedek melakukan hal ini. Tapi tidaklah masalah…..yang penting sekarang dedek bisa belajar dengan tenang. Mas kan tetap mendukungmu.