OPINI DEMO

DEMO, PENYAMPAIAN ASPIRASI ATAUKAH ANARKISME ?


Ehm,,baru saja kita bersama-sama menyaksikan pagelaran demo akbar sehubungan dengan setahun pemerintahan SBY yang jatuh pada tanggal 20 Oktober 2010 kemarin. Banyak yang disampaian peserta demo. Diantaranya menyebutkan bahwa pemerintahan SBY dinilai gagal. Berdasarkan penilaian tersebut, peserta demo meminta Presiden SBY lengser dari jabatannya. Sungguh ironis memang, Dalam demo tersebut juga banyak sekali kegiatan yang bersifat premanisme, alias anarkis. Padahal peserta demo adalah kalangan mahasiswa dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Mari kita lihat bersama, dari berbagai berita yang penulis dengar dan lihat, demo yang ada di Indonesia selalu saja disertai dan diwarnai oleh aksi premanisme. Selalu saja terjadi perusakan yang ditujukan pada fasilitas umum. Yang mana ketika fasilitas itu rusak kita semua juga yang dirugikan. Katanya menuntuk kesejahteraan ? Kesejahteraan kok merusak fasilitas ! Jadinya kan harus ada anggaran buat perbaikan tho ? Selain itu juga sarana petugas juga banyak yang dirusak. Padahal sarana itu sangat vatal fungsinya. Mobil polisi dibakar, dijarah dan lain sebagainya. Apa itu yang dinamakan Mahasiswa ? apa tidak malu dengan anak TK po ? Sungguh memalukan sekali.

Padahal mungkin ada cara lain yang lebih terhormat dalam menyampaikan pendapat, tanpa harus mengadakan demo yang hanya merusak saja. Sampaikan pendapat dengan sopan, dengan tulisan mungkin. Tanpa harus merusak barang orang lain. Jika, kita bisa mengkritik, jangan hanya kritikan yang kita sampaikan, tapi silahkan sampaikan juda solusinya. Banyak hal yang harus dipikirkan pemerintah, jika ada kelalaian atau kekurangan itu suatu yang wajar. Nah kita warga yang baik harusnya turut mendukung dengan peran aktif kita, dengan aspirasi kita. Sampaiakan segala kritik dan saran dengan cara yang hormat. Terutama mereka yang disebut sebagai mahasiswa. Jika pelajar saja masih senang tawuran jangan pernah berharap Indonesia bisa maju.

Ingat, pemerintah jangan hanya dikritik saja, perlu didukung. Pembangunan sudah berjalan sangat baik, tapi tidak pernah dinilai, selalu saja kekurangan yang diungkap. Mbok ea, sekali-kali dipuji, diberitakan, hasil pembangunan bangsa yang sudah berhasil ini. Bukan hanya sekedar kekurangan saja yang selalu disampaikan kepada masyarakat.

Nah, inilah sekedar unek – unek menanggapi demo eang terjadi tanggal 20 Oktober 2010 kemarin. Ea eang namanya manusia pasti ada kurang dan salah, mohon dimaafkan ea . . . . . .
Bagi eang punya pendapat lain, ayooo kita sampaikan dengan bahasa yang baik tanpa dengan otot . . . hehehe kita kan pelajar . . . ea kan . . . ?