SEKALI LAGI TENTANG MASALAH REMAJA

SEKALI LAGI TENTANG MASALAH REMAJA

Sedikit disinggung dalam sebuah acara Pembinaan Pranikah Bagi Remaja Usia Nikah yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementrian Agama Provinsi DIY pada hari Rabu tanggal 30 Juni lalu di Aula BKKBN Prop DIY, bahwasanya masa-masa remaja adalah masa yang sangat rentan dengan yang namanya hal-hal yang berbau pornografi. Apalagi pada masa sekarang ini informasi dari luar dan dalam negeri semakin cepat tersebar luas dengan bebas nyaris tak ada sensor.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi serasa sangat cepat , hingga semua orang berlomba-lomba untuk menguasainya dan dapat memanfaatkannya. Bukan hanya remaja dan anak-anak yang berlomba, bahkan orang tua pun ikut berlomba untuk menguasainya, supaya tidak dikatakan sebagai orang yang GAPTEK (Gagap Teknologi). Para orang tua sudah tidak berfikir bagaimana masa depan anak-anaknya tentang Agama. Para orang tua sibuk dengan kesebukannya itu.

Kemajuan Teknologi ini lebih diutamakan para orang tua dari pada bagaimana caranya anak belajar baca Al-Qur’an, bagaimana anak belajar Sholat. Bahkan sekolah-sekolah pun banyak yang mengabaikan tentang hal ini, sekolah kebanyakan hanya mengejar populeritas dengan berlomba-lomba menaikan nilai UN peserta didiknya. Tanpa memikirkan masa depan anak tentang pendidikan beragama, Pendidikan Agama hanya diberi waktu 2 jam pelajaran setiap minggunya. Dengan kurikulum yang yang sudah umum dan dibatasi oleh dinas terkait.

Yang mana dalam pelajaran Pendidikan Agama tidak ada satu pun yang menyinggung masalah remaja dan pornografi, karena materi ini dianggap tabu dan saru, alias tidak pantas untuk disampaikan dalam pelajaran. Materi yang disampaikan hanya sekisaran tentang sholat, puasa, zakat dan sejenisnya. Memang materi ini penting, tetapi masalah remaja dan pornografi ini juga perlu disampaikan. Bagaimana cara bergaul antara putra dan putri.

Sekarang kita lihat remaja masa kini, dalam berpakaian, dalam bergaul antara putra dan putri.. Model pakaian yang beredarpun sekarangn udah sangat modif, berkerudung tetapi separo saja, masih mengenakan pakaian yang sangat ketat hingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh. Model boncengan dalam berkendaraan yang sangat mengkhawatirkan. Nah ini menjadi sorotan bagi kita, bagaimana kita menyikapi ini ? Nah inilah efek dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang tidak imbang dengan kemajuan moral. Hal ini perlu kita perhatikan bersama-sama. Karena, remaja masa kini adalah calon-calon pemimpin masa yang akan dating. Dapat kita lihat dan kita rasakan gambaran masa depan dengan melihat remaja yang tengah berkembang saat ini.

Pendidikan yang mengedepankan kinerja otak saja perlu kita rombak, dengan mengimbanginya. Mengimbangi dengan pendidikan moralitas remaja. Pendidikan Seks yang dianggap tabu dan saru mestikan dimasukan kedalam kurikulum pendidikan kita. Karena materi yang dianggap tabu dan saru ini jika disampaikan diforum yang sehat maka akan dapat bermanfaat bagi kita semua, baik orang tua maupun para remaja. Forum yang sehat merupakan sarana yang baik bagi kita untuk menyampaikan informasi yang sangat penting dan bermanfaat.

Tulisan ini hanyalah unek-unek penulis saja. Tanpa ada maksud apa-apa selain hanya untuk meluapkan isi hati saja. Jika menimbulkan kontroversi, mohon maaf sebelumnya. Kritik dan saran yang membangun senantiasa penulis tunggu dan penulis nantikan.