RINCIAN SYARIAT ISLAM



12 RINCIAN SYARIAT ISLAM
Oleh KH. M. Fathul Hilal
Di Pengajian Malam Jum’at Kliwon Padukuhan Sembung

Dalam Islam terdapat undang undang yang mengatur kehidupan manusia. Yang mana dalam undang-undang tersebut terdapat pembagian pasal tentang peraturan-peraturan ataupun rambu-rambu dalam bersikap dan bertingkah laku. Ada 12 Pasal yang harus kita ketahui dan kita taati :
1. Fardhu A’in
2. Fardhu Kifayah
3. Wajib
4. Sunat
5. Sunat Muakkadah
6. Sunat Mukhafafah
7. Haram
8. Makruh
9. Makruh Litahrim
10. Makruh Litanzih
11. Halal
12. Subhat
Mari kita perhatikan penjelasan dari masing-masing pasal tersebut dengan seksama !
1. Fardhu A’in
Adalah keharusan yang berlaku atas setiap orang, jika dilaksanakan berpahala, dan jika ditinggalkan maka berdosa. Sebagai contoh adalah melaksanakan Sholat 5 waktu. Sholat 5 waktu tidak boleh digantikan dengan ibadah lain dan juga tidak dapat diwakilkan.

2. Fardhu Kifayah
Adalah keharusan yang berlaku secara perwakilan, jika dikerjakan yang mengerjakan mendapat pahala, jika ditinggalkan seluruh orang muslim yang ada di lingkungan tersebut berdosa. Sebagai contoh adalah mengurus jenazah sesame muslim (Merukti jenazah, memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan), Untuk mengurus jenazah tidaklah mengharuskan dilakukan semua orang tetapi cukup perwakilah, khusus untuk menyolatkan lebih banyak orang lebih baik.

3. Wajib
Adalah keharusan yang dapat diganti dengan amal yang lain, jika tidak sanggup mengerjakannya. Jika dilaksanakan berpahala dan jika titinggalkan berdosa. Sebagai contoh adalah Puasa Ramadhan, jika tidak sanggup (tidak kuat) boleh diganti dengan membayar fidiyah.

4. Sunat
Yaitu Anjuran yang jika dilaksanakan akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Sebagai contoh adalah Sholat Rawatib, Puasa Senin-Kamis dsb.

5. Sunat Muakkadah
Yaitu Anjuran yang dikuatkan atau disangatkan, jika dilaksanakan berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Sebagai contoh adalah menyembelih hewan Qurban dan Aqiqah bagi yang mampu.

6. Sunat Mukhafafah
Yaitu Anjuran yang diringankan, jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Sebagai contoh adalah Sholat Qabliyah Maghrib dan Isa’.

7. Haram
Yaitu larangan (hal yang tidak diperbolehkan) jika dilaksanakan berdosa dan jika ditinggalkan berpahala. Ini meliputi (Makanan, Minuman, Ucapan, Perbuatan, Pekerjaan, Kepercayaan dll) Semua yang menimbulkan kemurkaan Allah diharamkan.

8. Makruh
Yaitu perkara yang dibenci Allah, jika dikerjakan tercela tetapi tidak berdosa

9. Makruh Litahrim
Yaitu perkara yang dibenci Allah karena mendekati haram, yang jika dikerjakan sangat tercela tetapi tidak berdosa.

10. Makruh Litanzih
Yaitu perkara yang dibenci Allah karena tidak sopan, jika dikerjakan tercela tetapi tidak berdosa.

11. Halal
Halal atau mubah adalah segala sesuatu yang diperbolehkan dan boleh memilih

12. Subhat
Yaitu perkara yang meragukan dan tercampur antara halal dan haram, dan diperintahkan untuk menjauhi.

Allah Ridlo kepada hambanya yang mentaati hukumnya dan akan memasukkan ke surge.
Allah murka kepada orang-orang yang melanggar hukum-hukumnya dan mengancamnya masuk neraka.

Segala masalah yang tidak ada dalah Al-Qur’an dan Hadits, kemudian dibahas oleh para ulama’, jika seluruh ulama’ sepakat tentang hukumnya, maka umat wajib taat.