LANDASAN MEMBANGUN SOLIDERITAS


MEMBANGUN SOLIDERITAS BERORGANISASI


Di dalam Al-Quran Surat Al Hujurat ayat 13 disebutkan ;

13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Landasan dalam membangnun solidaeritas dalam berorganisasi ada 4 hal, yang mana 4 hal tersebut adalah:
1. Ta’aruf
2. Tafahum
3. Taqarub
4. Taqwa’
Insyaallah jika kita mengindahkan 4 hal di atas, kita akan dapat menjalankan suatu oraganisasi dengan baik.
1. Ta’aruf
Ta’aruf, dalam bahasa Indonesia adalah kenal. Dalam berorganisasi, kita dituntut untuk saling mengenal satu-sama lain. Dalam petatah Indonesia disebutkan “ tak kenal maka tak sayang”, ternyata pepatah itu ada benarnya juga. Coba kita perhatikan baik baik, seandainya dalam sebuah organisasi itu tidak ada yang saling kenal bagaimana mau menjalankan program yang sudah disepakati bersama. Ketua tidak tahu siapa sekretarisnya, siapa bendaharanya, bahkan tidak tahu siapa wakilnya, nah bagaimana mau mengadakan rapat atau pertemuan kalau tidak kenal, bagaimana mau berbicara program. Itulah salah satu pentingnya ta’aruf, sangat penting bukan. Padahal kita sering bertemu tapi kadang kita juga tidak tahu satu sama lain. Ta’aruf disini bukan hanya sekedar tahu namanya saja, tetapi lebih daripada itu. Ta’aruf disini adalah saling mengenal satu sama lain dari yang kecil-kecil hingga yang besar, Tahu maksudnya . . . ? kita dituntut untuk tahu siapa namanya, apa makanan kesukaannya, dimana rumahnya, siapa nama orang tuanya, apa warna kesukaannya, latar belakang keluarganya dan lain sebagainya, itulah yang namanya ta’aruf.

2. Tafahum
Di dalam berorganisasi selain dituntut untuk saling mengenal satu sama lain kita juga harus dapat memahami satu persatu dari masing masing anggota. Nah ini yang dinamakan dengan tafahum. Dengan saling memahami kita dapat menjalankan tugas dengan enak dan tanpa beban. Kita harus dapat memahami satu persatu karekter dari masing masing person dalam organisasi kita. Sehingga dalam bertindak, bersikap maupun berucap tidak menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan. Sebagai contih kita dapat menyesuaikan dengan orang sedang kita hadapi. Kita dapat berucap dan bersikap tanpa menimbulkan sakit hati orang yang sedang kita hadapi. Dihadapi maksudnya bukan lawan berperang tetapi lawan berbicara lho . . . ? jangan salah tangkap . . . itu maksudnya . . ..

3. Taqarub
Setelah saling mengenal dan saling memahami kita juga harus bersama-sama menjalankan tugas berorganisasi dengan landasan Taqarub kepada Allah (mendekatkan diri kepada Allah). Dengan mendekatkan diri kepada Allah maka kita akan diringankan dalam melaksanakan tugas. Kita akan merasa lebih lega, lebih bersemangat dan lebih percaya diri. Yang jelas jika dalam menjalankan organisasi selalu dilandasi dengan mendekatkan diri kepada Alllah penyimpangan dalam organisasi, contoh yang paling gres adalah korupsi merebak dimana-mana. Yang namanya manusia memang tidak jauh dari godaan setan. Untuk itu kita dituntut untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt, agar kita dijauhkan dan dihindarkan dari godaan setan yang terkutuk.

4. Taqwa
Organisasi selain wadah untuk merkegiatan duniawi juga digunakan sebagai wahana dakwah. Dalam berorganisasi kita dapat saling menasehati dalam kebaikan. Ingat ayat diatas menjelaskan bahwa “Orang yang paling mullia dihadapan Allah adalah mereka yang paling Taqwa” . Jelas bukan, didalam organisasi pun kita dapat mendulang amal, kita dapat berbagi ilmu, pengalaman, dan saling berwasiat kebaikan. Jangan sampai organisasi digunakan untuk media bermaksiat, sebagai mana yang tersiar dibanyak media masa ada yang namanya mafia hokum, mafia narkoba, dan lain sebagainya. Hendaknya itu kita saling berwasiat kebaikan dalam berorganisasi.

Pesan ini disampaikan oleh Ust Wijayanto dalam pertemuan guru karyawan PP Darul-Hikmah tanggal 19 Januari 2010, dan disampaikan penulis dengan gaya dan bahasa penulis sendiri. Semoga pesan ini dapat kita amalkan dan dapat menambah ilmu dan pemahaman kita semua dalam menjalankan sebuah organisasi. Penulis senantiasa berdo’a semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Amiiin