WONG PENTING KI

WORKSHOP NUPTK di LPMP D.I. YOGYAKARTA

Kegiatan semacam workshop seperti ini memang merupakan kegiatan yang sedang diburu
Oleh para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di seluruh wilayah Indonesia. Mengapa . . . ? hal inilah yang mungkin tibul dalam benak pembaca semua. Jawabannya adalah karena dalam rangka menambah point untuk mengkuti sertifikasi, atau program profesionalisme guru. Yang mana untuk dapat lolos sertifikasi harus memenuhi standart kriteria yang dipatok oleh pemerintah. Dalam hal ini standart minimal adalah jumlah jam mengajar harus 24 jam perminggu, mengajar sesuai jurusan bisang studi yang ditempuh, memiliki sertifikat pendukung, minimal masa kerja adalah 2 tahun atau lebih. Maka dari itulah maka kegiatan workshop-workshop semacam ini banyak diburu, apalagi penyelenggaranya adalah instansi yang berhubungan dengan dinas pendidikan, mengapa . . . ? karena memiliki point plus.

Nah, kali ini penulis baru saja mengikuti kegiatan workshop ini di LPMP yang dimulai hari Rabu kemarin tanggal 1 Juli 2009 hingga Kamis, 2 Juli 2009, emang sih kegiatannya cukup padat, tapi tidak terasa padat karena kegiatannya cukup mengasikkan. Mengapa dibilang mengsikkan . . . ? karena selama mengikuti kegiatan ini penulis tidak merasa bosan sama sekali. Tambah lagi besok harus ikut lagi makilin yang SMAnya, gimana coba . . . ?

Tapi jangan khawatir ! semwa itu ada ganti cuapeknya kok . . . . , jadi walau harus nginap dan mengerjakan banyak tugas penulis tetap semangat mengikuti semua kegiatan ini. Coz . . . penulis sendiri baru kali ini lho, dapet kesempatan ikut kegiatan workshop, itung itung wat cari pengalaman. Lha wong dari kegiatan ini penulis dapat bertemu dengan Operator SIMNUPTK se Kabupaten Sleman, nd dapat pelajaran tentang ketata usahaan. Mahal tu lok ikut diklat diluar, piiii ini gratis siapa yang kagak mau . . . ?

Memang sih kelihatannya yang namanya workshop atau seminar itu melelahkan, tapi asyik jika kita nikmati dengan ikhlas dan senang hati. Penulis sudah membuktikannya sendiri lhoooooo . . . . ketika penulis merasa senang dengan materi yang disampaikan maka penulis tidak akan merasa capek, but . . . . if I feal tired with this materi, wah ya jelas ane merasa amat sangat muales. Pa lagi lok ditambah dengan perut yang keroncongan . . . wah tambah males mo ikut materi, maka dari itu jika mo ikut materi hati harus ditenangkan n dibuat senang dulu, barulah terasa enak.

Kegiatan yang menyenangkan timbul dari perasaan nyaman sang pelakunya. Ya, mungkin bisa dibilang bahwa penulis menulis artikel ini agak ngelantur. Ya, memang sih penulis baru agak bingung menulis. Ga tau kenapa, sekarang ini penulis baru dilanda kebingungan yang sangat luar biasa. Suatu hal memang telah membuat ku menjadi sangat bingung dan terus bingung, yakni sampai kapankah kehidupan di dunia ini akan berlanjut ? Dan kapankah kehidupan ini akanberakhir . . . ? Terus terang penulis masih penasaran dengan kehidupan yang akan datang. Seperti apa yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa …… ? mau tahu . . .? ya dah nanti ikuti aja petualangan Mas Mur di edisi yang akan datang . . . ?