UCAPAN TERIMA KASIH

TANGGAPAN UNTUK PAKDE YANTO SEKELUARGA
Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu’alaikum.wr.wb.

Alhamdulillah, marilah kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Allah swt yang telah memberikan limpahan nikmat_Nya kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, karena berkat perjuangan beliulah kita dapat menikmati cahaya islamiyah di bumi Indonesia ini pada khususnya.

Dengan lembaran surat ini, saya mewakili keluarga Prapti yang ada di jogja mengucapkan terimakasih yang tiada tara kepada Pak De Yanto sekeluarga, yang mana njenengan-njenengan telah bersedia dengan gigih mendidik dan menyekolahkan adik saya hingga LULUS di SMAIT YABIS. Kami sekeluarga juga minta maaf jika seandainya selama prapti tinggal ditengah-tengah keluarga Pakde Yanto sekeluarga membuat ulah ataupun telah merepotkan njenengan sekeluarga.
Namun dengan selembar surat ini saya juga ingin mengklarifikasi hal-hal yang menurut saya merupakan pencemaran nama baik saya pribadi. Yang mana, akan saya tulis kronologisnya sebagai berikut;
Waktu tanggal 30 Juni 2009 kemarin saya pulang kerumah karena pada tanggal 1-2 Juli 2009 saya ada workhsop di LPMP DIY, yang mana dengan berbagai pertimbangan lebih enak jika berangkat dari rumah, karena saya akan diantarkan oleh teman saya orang sewon. Nah, waktu itu saya sampai rumah ba’da Maghrib. Begitu sampai rumah dan selesai sholat Maghrib, saya ditanya sama Ibu, “Le, apa benar kamu pernah minta kiriman uang kepada pakde Yanto ?” timbul tanda tanya dalam benak saya, ada apa ini. Kemudian ibu cerita bahwa ada warga Gumulan yang mendengar kabar bahwa saya sering minta dikirimi uang oleh pakde. Kemudian pagi itu juga sebelum berangkat ke LPMP, saya klarifikasi dengan salah seorang warga di RT 02, dengan suasana kekeluargaan beliau berkata bahwa sumber berita itu dari Bude. Nah untuk itu saya, secara pribadi mohon klarifikasinya, kenapa ? karena sekalipun saya ini keluarga orang tidak punya, tapi selama di Pondok saya di wanti-wanti oleh bapak asuh saya, supaya jangan pernah yang namanya minta-minta, bahkan kepada orang tua. Jika ingin sesuatu maka berusahalah dengan keringatmu sendiri.
Karena menurut saya, hal semacam ini bukanlah hal yang sepele, namun hal ini dapat menimbulkan ketidak nyamanan dalam saya bergaul dengan masyarakat di Gumulan.
Kemudian masalah prapti yang macam macam, karena saya sendiri tidak tahu-menahu, ya, bisanya hanya mewalikinya unutk minta maaf yang sebesar-besarnya. Sedikit yang ingin saya tanyakan mengenai kegiatan sehari-hari Prapti disana, itu apa saja ? kemudian apa benar Prapti juga sering dipukul oleh Bude ? karena Prapti juga cerita pernah dipukul, tapi karena saya sendiri tidak tahu mohon ini diklarifikasi. Karena walau bagaimanapun juga Kami ini juga manusia, yang berhak untuk mengetahui sebuah kebenaran. Karena terus terang kemarin Prapti juga sempat cerita bahwa, Bude sering menyinggung dan menyebut Ibu sebagai seorang wanita nakal, dan saya sendiri seorang kakak yang tidak tahu terimakasih, adiknya sudah dibiayai sekolah, masih minta kiriman uang. Mulai dari situlah Prapti mulai tidak nyaman berada ditengah-tengah keluarga njenengan. Kemudian kemarin njenengan memberikan sepucuk surat kepada saya, yang mana ini juga saya lampirkan, yang mana karena Ibu saya termasuk orang yang memang notabennya dari keluarga tidak punya, diminta membuka dan membaca surat itu dengan keras-keras dihadapan banyak orang di dpan Rumah Njenengan yang di jogja. Selain itu juga banyak info miring yang beredar di masyarakat luas tentang keseharian Prapti di Bontang sana, bahkan ada yang sampai menyebutkan bahwa Prapti itu tak lebih dari seorang pelacur. Coba bayangkan jika seandainya Putri njenengan yang disebut seperti apa yang akan anda rasakan ?. Selain itu seluruh keluarga njenengan pun turut mengucilkan Ibu dan adik saya, bukan Cuma keluarga namun hampir semua warga di Gumulan jika melihat Prapti lewat mereka memandang dengan pandangan yang sinis, yang mana ini tidak tahu ulah siapa, yang jelas Allahlah yang lebih tahu dan yang akan membalas semuanya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah siapa yang menanang dialah yang akan mengetam/memanennya, jadi semua yang dilakukan makhluk itu pastilah akan ada pertanggungjawaban.
Tapi memang, hal itu pantas kami terima. Mengingat memang kami merupakan kalangan orang rendahan, dan kami tak lebih dari seorang hamba yang dho’if, dan fakir, namun mudah-mudahan Allah mencatat kami sebagai hamba Allah yang senantiasa sabar dalam menerima ujian yang begitu berat bagi kami, mungkin memang inilah jalan Allah untuk meningkatkan derajat ketaqwaan kami.
Yang menurut saya hal ini termasuk dalam kata gori pelecehan sosial. Orang akan merasa tidak nyaman jika dipermalukan didepan umum seperi itu. Ini bukanlah karangan belaka, namun ini banyak sumber yang memberikan informasi dengan berbagai pertanyaan yang juga sedikit menyakitkan hati saya. Benar salahnya informasi ini memanglah masih perlu diklarifikasikan. Maka dari itulah saya menulis surat ini untuk diketahui oleh seluruh hamba Allah yang beriman untuk tetap sabar dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah kepada kita.
Mungkin hanya ini yang bisa sampaikan, mungkin banyak kata-kata dalam tulisan ini yang menyinggung perasaan pakde sekeluarga saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Dan sekali lagi kami sampaikan terimakasih yang tiada tara atas apa yang pakde sekeluarga berikan kepada adik saya, dan keluarga saya. Usikum wanafsi bitaqwaallah

Wassalamu’alaikum.wr.wb