Renungan Untuk Orang Aneh

“Miskin Tapi Sombong”

Judul : Miskin Tapi Sombong
Penulis : Iwan “Bung Kelinci “ Sulistiawan
Penerbit : Ufuk Press
Cetakan : Pertama April 2009
Tebal : 204 Halaman

Kehidupan manusia memanglah penuh dengan misteri. Kisah-kisah menggelitik wong cilik yang disajikan saudara Iwan “BK” Sulistiawan yang berjudul Miskin Tapi Sombong merupakan kumpulan dari kisah-kisah kehidupan rakyat kecil yang ingin dianggap kaya. Secara tata bahasa judul tersebut salah, sebagaimana yang disampaikan oleh Jaya Suprana pendiri pusat studi kelirumologi dilam kata pengantar “Judul buku ini ampuh menyengat naluri keliromologis ! “Miskin Tapi Sombong” terdiri hanya dari tiga kata namun ketiga-tiganya sarat beban kekeliruan tafsir !”.

Walaupun demikian kisah-kisah yang disajikan cukup menarik untuk dinikmati. Bahasa yang digunakan adalah bahasa-basaha sederhana yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain bahasa yang digunakan, kisah yang disampaikan juga merupakan kisah kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama rakyat biasa. Nyleneh namun unik, inilah menjadi kelebihan dari buku ini. Kisah ini disampaikan dalam bentuk prosa yang lebih mendekati bentuk puisi.


Di sisi lain buku ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah bentuk cerita penyampaian. Karena berupa sebuah puisi atau prosa maka untuk memahami isi dari cerita diperlukan pemahaman yang agak lama, walaupun bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. Selain itu juga disampul buku tidak disebutkan bahwa cerita itu berupa puisi atau prosa.

Bagi pembaca yang ingin menikmati kisah-kisah kehidupan wong cilik yang sombong silahkan saja, cukup unik dan jenaka kok. Jangan khawatir tentang bentuk ceritanya, dengan membacanya sendiri pembaca akan mempunya tafsiran yang berbeda-beda tentang khidupan rakyat kecil yang berlagak sombong. Mungkin juga hanya karena kurang pengetahuan peresensi saja sehingga agak sulit untuk memahami beberapa kisah yang ada dalam buku ini. Jadi saya sarankan untuk membaca sendiri buku ini, agar pembaca tahu realita kehidupan yang sesungguhnya.