KEGIATAN RUTIN 3 TAHUNAN

TEMU AKTIVIS TKA/TPA

Se DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar TKA/TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta serta meningkatkan semangat untuk berdakwah menyebarkan ajaran syariat islam di DIY khususnya dan masyarakat pada umumnya, maka Pengurus Badan Koordinasi (BADKO) TKA/TPA Propinsi DIY mengadakan suatu kegiatan yang diberi nama Temu Aktivis TKA/TPA se Daerah Istimewa Yogyakarta. Yang mana kegiatan ini berlangsung pada hari Ahad/Minggu, 30 November 2008 di Graha Wana Bhaktiyasa, Jl Kenari 15 Yogyakarta.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancer dan tertib, dengan diikuti oleh sekitar 3000 aktivis Ustadz / Ustadzah TKA/TPA se DIY. Ada hal menarik dalam acara ini yakni, talkshow bersama Drs. Wijayanto, MA (da’i kondang dari Yogyakarta), Ust. Muhammad Ikbal (direktur Nasional LPPTKA BKPRMI) dan Arif Noor Hartanto, SIP (Dewan Pakar BADKO TKA-TPA DIY / Ketua DPRD Kota Yogyakarta) serta menghadirkan moderator Dr. Harwanto Dahlan, MA.

Dengan suasana yang cukup cerah inilah kegiatan ini berlangsung meriah dan tampak hidup. Pembagian doorprize yang cukup banyak juga ikut memeriahkan acara ini, serta dihibur oleh goup nasyid hijrah.

Dalam kegiatan ini tercapaialah sebuah rencana akan dinaikkannya anggaran kegiatan TKA/TPA di Propinsi DIY. Dengan demikian akan memanbah semangata para aktivis dalam melaksanakan tugasnya mendidik anak-anak bangsa menjadi insan muslim yang berakhlak mulia. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Senin, 1 Desember 2008 kemarin.

Dalam acara ini pula Ustad Wijayanto menyebutkan sekurang-kurangnya ada 7 petaka bangsa yang harus dihadapi;

1. Kekayaan tanpa kerja

2. Kenikmatan tanpa suara hati

3. Pengetahuan tanpa karakter

4. Perdagangan tanpa moralitas

5. Ilmu tanpa Kemanusian

6. Agama tanpa pengetahuan

7. Politik tanpa prinsip

Dengan penjelasan penjelasan tentang hal diatas, para aktivis diharapkan lebih semangat dalam beraktivitas.

Bahkan ada usulan dari beberapa aktivis TPA berkaitan dengan keberadaan TKA dan TPA di daerah-daerah. Diantaranya dibebutkan bahwa pelajar masuk SMP harus memiliki sertifikat lulus Iqra’ dan pelajar masuk SMA harus sudah punya sertifikat baca Al Qur’an. Betapa bagusnya apabila hal itu dapat dilaksanakan khususnya di sekolah-sekolah yang notabennya berasaskan Islam, dan di seluruh sekolah pada umumnya.

Bahkan bapak walikota dengan semangat menyambut baik akan usulan ini, dengan memberikan sambutan yang cukup antusias, hanya saja untuk mewujudkannya tidaklah mudah, karna berkaitan dengan berbagai hal.

Semoga kegtiatan ini dapat berlangsung secara rutin, sebagaimana yang sudah direncanakan sebagai agenda 3 tahunan. Amiiin . . . . . . . .