Pelajaran Untuk Kita Laksanakan

BUAH AKHLAK ISLAMI


Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. ( HR. Bikhori)


Islam datang meletakkan nilai-nilai ilahiyah dalam peradaban manusia dan mengeluarkan mereka dari peradaban jahiliyah. Jila saja nilai-nilai itu diikuti oleh manusia, niscaya selamatlah kehidupan mereka. Dan di sinilah letak kesempurnaan makhluk. Sebagaimana dikatakan Said Hawa, “ Letak kesempurnaan manusia adalah dalam ketaatannya kepada Allah.”


Diantara nilai-nilai yang dibawa Islam adalah Akhlak, yang mencakup semua sisi kehidupan manusia. Karakter akhlak yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah ini amat khas, berbeda dengan filsafat moral dan ajaran etika (budi pekerti) yang manapun. Akhlak dalam ajaran Islam berlandaskan kepada aqidah, memiliki konsep yang gamblang dan menjanjikan balasan dari Allah. Sedemikian penting nilai akhlak ini dalam kehidupan, hingga misi terpenting Rasulullah adalah dalam rangka penyempurnaan akhlak, sebagaimana hadits di atas.

Akhlak Islami yang muncul dalam pribadi muslim, memiliki pengaruh postif baik bagi diri maupun bagi umat manusia secara umum. Bukan hanya bagi umat Islam, namun dengan akhlak Islami ini, dunia akan menuju kejayaan dan keselamatan dari bencana kehancuran.


Ada beberapa pengaruh yang muncul dalam diri pribadi orang yang berakhlak islami, yakni :

  1. Ketenangan Jiwa

Hasil yang membekas dalam diri pribadi muslim adalah ketenangan jiwa (thuma`ninatu an nafsi). Perbuatan baik secara fitri memang punya bekas yang baik dalam jiwa. Demikian juga sebaliknya, perbuatan buruk dan jahat secara fitri juga memunculkan bekas yang buruk pada pelakunya. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits dari An Nawwas bin Sam`an :

Yang disebut kebajikan adalah akhlak yang baik. Adapun dosa adalah sesuatu yang meragukan dalam hati dan engkau merasa tidak senang bila hal itu diketahui oleh manusia (orang lain). (HR. Muslim)”


Perbuatan buruk punya pengaruh meragukan jiwa dan kekhawatiran akan dilihat dan diketahui oleh orang lain. Sedangkan kebaikan adalah Husnul Khuluq, yang pengaruhnya adalah menenangkan hati. Sebagaimana sabda Rasul ketika didatangi oleh Wabishah bin Ma`bad :

adalah engkau datang untuk menanyakan hal kebajikan ? Jawab Wabishah, benar ya Rasul. Kemudian Rasul bersabda : “Mintalah pertimbangan pada hatimu. Kebajikan adalah sesuatu yang menyebabkan jiwa menjadi tenang dan menjadi tenang pula hati. Adapun dosa adalah sesuatu yang meragukan dalam diri dan pribadi dan membolak-balik dalam dada, sekalipun manusia memfatwakannya dan memberi fatwa kepadanya” (Hadits Hasan)


Yang semakin membuat tentram lagi, adalah janji Allah yang akan memberikan pehala tiada terputus kepada orang yang beramal shaleh. Sebagaimana firman-Nya:

“………kecuali orang –orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya….” (QS At Tiin : 6)


  1. Terjaga Jiwa, Harta, dan Kehormatan

Apabila akhlak Islam ini telah tumpahkan tanpa alasan yang haq. Demikian pula dengan harta dan kehormatannya, haram diusik dan diganggu gugat. Bahkan hal ini pun berlaku secara umum pula kepada orang-orang non muslim sekalipun yang bermukim diwilayah kaum muslimin. Selagi mereka tidak mengganggu dan mengusik aqidah dan ketenangan kita.

Rasulullah telah mencontohkan hal tersebut, yang dituangkan dalam Piagam Madinah. Salah satu bagian dari piagam madinah memberikan jaminan kehidupan bagi golongan Yahudi yang minoritas, sebagai berikut :

Kaum Yahudi bebas memeluk agama mereka, sebagaimana kaum muslimin bebas memeluk agama mereka. Kebebasan ini berlaku juga bagi pengikut-pengikut (sekutu) mereka dan diri mereka sendiri. Kecuali kalau ada yang mengacau dan berbuat kejahatan, yang menimpa diri orang yang bersangkutan dan keluarganya”.


Betapa mulia sikap tasamuh dan toleransi ajaran Islam. Juga dalam penjagaan jiwa yang dicontohkan Rasul tersebut. Golongan minoritas yang ada, tidak ditekan, diintimidasi, dan ditindas, tidak pula dipaksa untuk masuk Islam. Tetapi justru dengan sikap demikian telah menggugah hati mereka untuk secara sadar dan tulus memeluk dinul Islam.


Demikian pula terhadap kaum muslimin, ada akhlak diantara mereka yang akan menimbulkan rasa keamanan terhadap diri, kehormatan dan hartanya. Rasulullah bersabda ;

Tiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Maka janganlah membohonginya, dan janganlah meremehkannya. Adapun takwa itu disini (sambil menunjuk kedadanya tiga kali). Telah cukup (sempurna) bagi seseorang kejelekannya bila ia meremehkan saudaranya yang muslim. Tiap-tiap muslim terhadap muslim yang lain haram darah, harta, dan kehormatannya. (HR. Muslim)


  1. Mandapatkan Hak-hak secara utuh

Setiap individu yang memiliki kepribadian Islami akan mendapatkan hak-hak mereka dengan penuh. Seorang anak yang berakhlak, akan mendapatkan haknya sebagai anak dari orang tuanya. Demikian pula hak orang tua untuk dihormati dan disantuni sewaktu telah lanjut usia akan mendapatkannya dari sang anak. Isteri sholehah akan mendapatkan hak-haknya dari suami yang shalih, demikian juga sebaliknya.


Akhlak Islam benar-benar memperhatikan hak-hak setiap manusia. Hak bertetangga misalnya, Islam telah memberikan aturan yang sempurna, sehingga individu dalam masyarakat saling menjaga haknya, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

Tidaklah akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak (merasa) aman dari bahayanya.” (HR. Muslim)


Demikian pula, orang-orang non muslim memiliki hak yang akan diperolehnya dari kaum muslimin. Salah satu hak mereka ialah ditepati janjinya serta tidak mendzaliminya Rasulullah bersabda :

Barangsiapa mendzalimi kafir Mu`aqid (yang terikat perjanjian), mengurangi haknya atau membebani diluar kemampuannya atau mengmbil sesuatu darinya dengan tanpa kebaikan jiwanya, maka aku akan mendaulatnya di hari kiamat”.


Didalam Piagam Madinah, Rasul juga menengakui hak-hak golongan Yahudi sekalipun mereka minoritas. Beliau menegaskan bahwa mereka berhak mendapatkan perlindungan dari negara dan tidak boleh diasingkan. Pernyataan Beliau :

Bahwa sesungguhnya kaum bangsa Yahudi yang setia kepada (negara kita), berhak mendapat bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi haknya dan tidak boleh diasingkan dari pergaulan umum.”


  1. Timbulnya Ukhuwah

Akhlak Islam ikut menjunjung terwujudnya ukhuwah diantara kalangan kaum muslimin. Jika kita perhatikan, inti ajaran akhlak itu ialah senantiasa berbaik sangka kepada saudara muslim dan menjauhkan dari buruk sangka, ghibah, namimah, hasad, dengki, bakhil, dst. Bila hal-hal tersebut dapat dihindari, maka ukhuwah akan terjaga utuh. Bahkan wasilah (sarana) untuk terwujudnya kasih sayang diantara sesama muslim adalah ajaran akhlak yang sangat sederhana, yaitu menyebarkan salam. Rsul bersabda :

Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman hingga saling kasih sayang kepada sesama. Sukakah saya tunjukan sesuatu jika kamu kerjakan akan timbul kasih sayang diantara kamu, yaitu meyebarkan salam diantara kamu.:


Betapa indah dan damai buah dari akhlak yang Islami. Bagaimana dengan akhlak kita, sudahkan kita berakhlak Islami . . . .?? (WI / ran)