MENGENANG NIKMAT ALLAH

Indahnya Syukur


6. Dan (ingatlah), ketika Musa Berkata kepada kaumnya: "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika dia menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu".

7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS;14:6-7)

Syukur muerupakan ungkapan rasa terimakasih terhadap pemberian orang lain. Orang yang mendapatkan pemberian orang lain pastilah ia akan mengucapkan termakasih kepada orang yang telah memberikan sesuatu itu.

Betapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Namun apakah kita telah mensyukurinya.

Banyak kita dengar demo ataupun unjuk rasa dimana-mana. Para demonstran tidak puas atas kebijakan kebijakan pemerintah. Mereka menuntut pemerintah untuk mengikuti kemauan para demonstran. Padahal jika kita telaah apa mungkin pemerintah harus mengikuti kemauan para demonstran yang begitu banyak dan bermacam-macam, Dan memang pemerintah harus memperhatikan aspirasi masyarakat, namun tidak harus memenuhi permintaan mereka. Karena belum tentu dengan mengikuti mereka pemerintahan akan menjadi baik. Sekarang akan kita balik, bagaimana seandainya merekalah yang menduduki kursi pemerintahan, apa yang akan mereka lakukan.

Mungkin setelah mereka mendudukinya mereka justru akan lupa bahwa mereka sedang diamanati untuk memimpin jalannya pemerintahan. Pastilah mereka akan merasakan betapa sulitnya memimpin suatu pemerintahan yang begitu luas wilayahnya serta begitu banyak rakyatnya.

Selain fenomena yang terjdi diatas ada juga yang lebih memprihatinkan, yakni bagaimana korban bencana alam yang berunjuk rasa terhadap pemerintah, mereka tidak puas atas bantuan yang diberikan pemerintah kepada mereka. Sekarang kita telaah lebih lanjut, siapakah yang memberikan bencana tersebut ? Sebenarnya Allah sedang menguji kesabaran mereka terhadap cobaan yang diberikan kepadanya. Namun ternyata kebanyakan orang justru mengeluh. Mereka justru menyalahkan pemerintah yang tidak salah, mengapa ? Karena yang namanya orang membantu? Masak kita yang sudah dibantu justru malah menuntut tidak puas, bagaimana seandainya kita tidak dibantu, karena mereka marah kepada kita yang ditimpa bencana ini ? Mereka marah karena sudah membantu kita, namun kita justru menuntut lebih kepada mereka, kita menyalahkan mereka.

Selain hal tersebut contoh di atas, contoh nikmat Allah yang lain antara lain;

  1. Manusia diciptakan sebagai kholifah/ pemimpin dimuka bumi,
  2. Manusia diberi waktu untuk hidup berupa umur
  3. Manusia diberi modal untuk beraktifitas berupa kesehatan
  4. Manusia diberi sarana dan fasilitas hidup berupa rizqi
  5. Manusia diberi pedoman hidup berupa Al Qur`an

Sekarang tinggal bagaiman kita mensikapi nikmat-nikmat yang ciberikan Allah tersebut. Seandainya manusia tidak diberi nikmat tersebut, bumi ini pastilah tidak akan aman.

Manusia harus bersikap adil dalam mensikapi hal tersebut. Dengan artian manusia harus menggunakan nikmat yang diberikan Allah tersebut dengan sebaik-baiknya. Mamanfaatkan nikmat tersebut sesuai denga fungsinya. Mata yang deberikan kepada kita harus kita gunakan untuk melihat hal-hal yang baik, telinga kita harus kita gunakan untuk mendengarkan hal-hal yang baik, lisan kita harus kita gunakan untuk membicarakan hal-hal yang baik pula, dan lain sebagainya.

Cara mensukuri nikmat Allah dapat kita rinci menjadi tiga;

  1. Mensukuri nikmat Allah dengan lisan
  2. Mensukuri nikmat Allah dengan hati
  3. Mensukuri nikmat Allah dengan perbuatan

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur adalah dengan melafadzkan hamdalah “Alhamdulillah”, kemudian baru dilanjutkan dengan hati kita yang selalu mengingat Allah, serta diimbangi dengan perbuatan yang baik dalam menggunakan nikmat Allah tersebut, sebagaimana yang telah dicontohkan diatas, mata untuk melihat hal yang baik, telinga untuk megndengar hal-hal yang baik, dan bibir digunakan untuk membicarakan hal-hal yang baik.

Dengan selalu ngucap syukur atas nikmat-nikmat Allah, maka Allah akan melipat gandakan nikmat-nikmat-Nya, sebagaimana yang telah difirmankan dalam Al-Qur`an Surat Ibrahim ayat 6-7 tersebut diatas.