FSTPA PURWOBINANGUN

TPA Sebagai Wasilah Dakwah

Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt. Rabb alam semesta tiada Illah yang berhak disembah selain-Nya, kepada-Nya kami berlindung dan kepada-Nya pula kami memohon. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada qudwah hasanah kita nabi besar Muhammad saw, keluarganya, shahabat-shahabatny, dan semoga kita selaku umatnya mendapatkan syafa`at di yaumil akhir nanti . . . .Amin.

Ayyuhal ikhwan rahimakumullah,

Dakwah adalah suatu kewajiban bagi kita semua, dimana dia tidak memerlukan ijazah ustadz, sarjana dan juga tidak menunggu kita lulus dari pondok pesantren ataupun ilmuwan yang menguasai segudang ilmu. Bukankah Rasulullah saw bersabda ; “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.

Dakwah adalah warisan para nabi dan rasul. Dakwah hanya butuh orang yang peduli dan sudi untuk meluangkan waktu, biaya,tenaga, dan pikirannya untuk menyeru kepada jalan Allah swt. Memang pada awalnya dakwah itu hukumnya “fardhu kifayah”, namun akan berubah menjadi “fardhu `ain” apabila disekitar kita belum ada orang atau kalaupun ada belumlah mencukupinya.

Ayyuhal ikhwan rahimakumullah,

Allah swt berfirman dalam Surat Yusuf : 108

“Katakanlah : inilah jalanku, aku dasn orang-orang yang mrngikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf :108)

Dalam Surat An Nahl : 97

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl : 97)

Allah swt memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan tulus dalam ujian kehidupan dijalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da`I harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan yang sedikit.

Ayyuhal ikhwan rahimakumullah,

Barangsiapa yang menunjukan suatu kebaikan dan mengarahkan kepadanya baginya pahala yang besar, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

Bukankah Rasulullah saw juga bersabda

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya “ (HR. Bukhari)

“Barangsiapa yang membaca, belajar, dan mengamalkan Al Qur`an, maka dia akan diberi mahkota di hari kiamat nanti dari cahaya, yang cahayanya seperti cahaya matahari, dan kedua orang tuanya akan diberi gelang yang tidak ternilai di dunia, kemudian keduanya bertannya : “Kenapa saya diberi gelang ini ? “. Dikatakan kepadanya, dikarenakan anaknya menghafal Al Qur`an (dishahehkan Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi)

Hal tersebut merupakan sebaik-baik ibadah dan ketaatan. Khobbab ra berkata : “Mendekatlah anda kepada Allah ta`ala semampu anda, karena sesungguhnya anda tidak bias mendekat kepada Allah sesuatu yang disenanyi kecuali dengan kalamNya”. Maka usahakan – semoga Allah swt mwlindungi anda – untuk belajar bacaan dan tajwidnya dan metode pengucapan kata dan kalimatnya.

Ayyuhal ikhwan rahimakumullah,

Semangat dala berdakwah juga harus kita control, jangan sampai keluar dari koridor keikhlasan dan jangan niat kita terkontaminasi dengan kesyirikan walau sedikitpun. Bukankah Rasulullah pernah mengingatkan “ Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan Rasulullah saw juga pernah mengingatkan kepada kita semua agar kita menjauhi dari sifat ria, sum`ah (pengin disanjung orang) dalam beramal, apabila kita berharap amalannya diterima Allah swt.

Ayyuhal ikhwan rahimakumullah,

Dakwah adalah pekerjaan yang panjang dan melelahkan, menuntut kesabaran yang luar biasa dari pelakunya. Dakwah adalah bukan pekerjaan yang buahnya bisa kita petik dalam semusim. Namun dakwah yang kita lakukan memerlukan pembinaan atau tarbiyah yang bersifat ;

Pertama : Sulit tapi hasilnya paten (Sha`bun – Tsabit)

Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkab hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah saw, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam dakwahnya di Makkah hanya terkumpul “Arba`una rajulan wa khamsa niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak dakwah, bahkan mereka seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of Change”, agen perubahan soial dari masyarakat jahiliyah menuju mesyarakat yang islami.

Kedua : Proses yang panjang tetapi terjaga kemurniannya (Thawil – Ashil)

Dakwah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dillalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi.

Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi` - Ma`mum)

Dakwah adalah lari estafet bukan sprint, untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kualitas terjamin, lari estafet memang tampak kelihatan lambat, akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenangan di garis finis. Watak perjalanan dakwah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya, karena perangai yang lambat dalam berdakwah adalah bentuk kelalaian.

Akhirnya dakwah dengan segala pembinaannya adalah Hatmiyah (keniscayaan) bagi setiap muslim yang mengharapkan perjumpaan denga Rabb-nya dengan wajah berseri-seri di akhirat kelak.

Kalau bukan kita, lalu siapa ? . . .

Kalau tidak sekarang, lalu kapan ? . . .

Semoga Allah swt senantiasa merahmati dan membimbing kita.

Wallahu Aklambishoab.

Athhar Adnani

Disampaikan di pelatihan Ustadz TPA

Purwobinangun, Pakem, Sleman 18 Me 2008

KURIKULUM TPA DAN MAMAJEMEN KELAS *)

  1. KURIKULUM TPA

Terdiri dari 6 pelajaran pokok, yaitu

  1. Membaca Al Qur`an
  2. Menulis Al Qur`an
  3. Menghafal Al Qur`an
  4. Praktek Ibadah
  5. Sejarah para Nabi
  6. Aqidah Islam

  1. TUJUAN KURIKULUM
  1. Membaca Al Qur`an : mampu membaca Al Qur`an dengan baik dan benar/ tartil
  2. Menulis Al Qur`an : mampu menulis Al Qur`an dengan baik dan benar
  3. Menghafal Al Qur`an : mampu menghafal do`a harian dan ayat-ayat pilihan
  4. Praktek Ibadah : mampu melakukan wudhu, adzan, dan sholat dengan baik
  5. Sejarah Islam : mengetahui kisah 25 rasul dan 10 kisah shahabat
  6. Aqidah Islam : mengetahui makna syahadat, penjabaran rukun Islam dan rukun Iman

  1. METODE PELAKSANAAN KURIKULUM
  1. Membaca Al Qur`an : dengan metodologi IQRO`
  2. Menulis Al Qur`an : dengan metodologi KHAD
  3. Menghafal Al Qur`an : dengan metodologi TAHFIDH QUR`AN
  4. Praktek Ibadah : dengan metode langsung praktik secara rutin
  5. Sejarah Para Nabi : dengan metode dongeng, bermain drama
  6. Aqidah Islam : dengan metode dongeng, bermain, cerdas cermat, kuis

  1. MANAJEMEN KELAS
  1. Jumlah pertemuan 2X /pekan
  2. Setiap pertemuan waktunya 75 menit (15.45 – 17.00)
  3. Pembagian waktunya sebagai berikut

Waktu

Kegiatan

Target Kurikulum

Keterangan

15 Menit

Pembukaan

Hafalan dan Aqidah

Bersama

45 Menit

Materi Inti

Membaca dan menulis

Kelompok

15 Menit

Penutupan

Ibadah dan sejarah Islam

Bersama

  1. PROGRAM PENDIDIKAN SATU TAHUN
  1. Jumlah 12 bulan
  2. Jumlah pertemuan efektif : 40 pekan (80 pertemuan)
  3. Porsi pertemuan reguler : 60 pertemuan
  4. Porsi pertemuan ekstra : 20 pertemuan
  5. Pada pertemuan ekstra, materi intinya bukan membaca dan menulis tetapi diganti latihan pidato, menyanyi, melukis, dll.
  6. Porsi diatas bisa berubah sesuai kebutuhan
  7. Perlu dibuat kalender akademik setahun, yang menuat jadwal di atas, ditambah acara penunjang TPA, yaitu :
    1. rekreasi : 1 X /tahun
    2. mabit : 1X /3 bulan
    3. wide game : 1 X /semester
    4. POMG : 1 X /semester
    5. Pertandingan persahabatan : 1 X /semester
    6. Lomba antar TPA : 1 X /tahun
    7. wisuda dan tutup tahun : 1 X /tahun

Disampaikan di pelatihan Ustadz TPA

Purwobinangun, Pakem, Sleman 18 Mei 2008