BUKAN SEKEDAR CINTA

Tanda Kasih Sayang dari Allah




“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji`uun.”

“Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna, dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 155-157)

Dipenghujung tahun pelajaran 2007/2008 ini sering kita dengar dari berbagai media massa yang memberitakan tentang penyelenggaraan Ujian Nasional di negara kita tercinta Indonesia ini. Ujian Nasional ini diselenggarakan secara serentak dengan soal yang sama di seluruh indonesia.

Setelah pelaksanaan Ujian Nasional ini kemudian disusul dengan Ujian Sekolah yang penyelenggaraan dan pengadaan soalnya dilaksanakan oleh sekolah masing-masing. Ujian sekolah merupakan kebijaksanaan dari sekolah penyelenggara. Jadi soal ujiannya pun disesuaikan dengan kurikulum sekolah penyelenggara.

Penyelenggaraan ujian ini banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan para guru dan murid. Diantara mereka yang kontra berpendapat bahwa Ujian Nasional tidak mungkin dilaksanakan, karena mengingat kualitas pendidikan yang berbeda-beda ditiap-tiap daerah di Indonesia. Bagaimana mungkin soal ujian yang digunakan di Irian sama dengan soal yang digunakan di Yogyakarta. Mengapa ? Karena pendidikan yang ada di tiap-tiap daerah pastilah berbeda.

Ini dikarenakan oleh keadaan di tiap-tiap daerah juga berbeda. Sementara mereka yang pro berpendapat bahwa ujian ini termasuk program pemerintah dalam mewujudkan pendidikan di seluruh wilayah di Indonesia.

Bagaimana dengan ujian yang diselenggarakan Allah ?

Ujian yang diselenggarakan Allah tidaklah berupa soal matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA atau pun IPS, namun lebih bersifat kejiwaan. Ujian yang diberikan Allah antara lain;

  1. ujian rasa takut/ cemas/ kekhawatiran
  2. ujian lapar
  3. ujian berkurangnya harta benda
  4. ujian kematian anggota keluarga, dan
  5. ujian berkurangnya sumber rizeki

Bagaimana cara kita menghadapi ujian itu ?

  1. Selalu mengingat Allah dan mendekat diri kepada-Nya
  2. Belajar menahan rasa lapar, dengan melaksanakan ibadah puasa sunah yang telah dituntunkan oleh Rasullullah kepada kita.
  3. Menyadari bahwa kita diciptakan Allah tanpa membawa apa-apa, dan kita kemballipun tidak akan membawa apa-apa pula.
  4. Menyadari bahwa kita diciptakan dalam keadaan sendiri, maka kita akan pulang kepada-Nya pun dalam keadaan sendiri
  5. Menyadari bahwa kita diciptakan awal dalam keadaan miskin, dan semua yang ada hanyalah milik Allah, maka memohonnya kepada Allah.

Setelah semua itu terlaksana maka kita tinggal menunggu pengumuman dari Allah swt. apakah kita lulus atau tidak.

Kriteria kelulusan ujian dari Allah hampir sama dengan kriteria kelulusan ujian sekolah. Barang siapa yang nilai ujiannya baik maka dialah yang lulus. Hanya saja ujian dari Allah tidak dinilai dengan angka. Ujian Allah dinilai dari tingkat kesabaran. Tanda-tanda orang yang sabar adalah orang yang mengembalikan segala urusan kepada Allah.

Orang yang nilai ujian sekolahnya baik pastilah akan ditinggkatkan kelasnya. Yang tadinya kelas satu akan naik ke kelas dua, yang tadinya kelas dua akan naik ke kelas tiga, dan seterusnya. Begitu pula dengan imbalan yang diberikan Allah kepada orang yang nilai ujiannya baik akan mendapatkan imbalan dari Allah berupa shalawat (kesejahteraan yang sempurna) mendapatkan rahmat yakni kasih sayang dari Allah, dan mendapatkan hidayah, yakni petunjuk dari Allah.