Cinta Apa Nafsu

Silau mata ini memandangnya
Tak mampu melihat dunia
Bukan gelapnya malam penyebabnya
Namun karna silaunya api asmara

Suatu ketika ku datang menyongsongnya
Menyambut dan memandangnya
Setan kecil berisyarat disekitarnya
Mengganggu dan menggodanya

Hanya teguhnya iman yang menjaga
Hanya kuatnya hati yang bicara
Melawan dan mengusirnya
Setan kecil berseru “ Ku kan datang lagi . . .”

Benar apa adanya . . .
Satu waktu setan kecil kembali . . . dan,
“Lihat . . .pembalasanku . . .” serunya
Matanya menyala dan berbinar . . .

Hanya teguhnya iman yang menjaga
Hanya kuatnya hati yang bicara
Lagi-lagi mereka beraksi . . .
Bunuh setan itu . . .!

Setan itu bukanlah jin ataupun peri . . .
Setan itu ada dalam diri ini
Bersembunyi dan bernyanyi dalam hati
Di balik segarnya “Cinta Sejati . . .”
1409006