CERITA ANAK KECIL TEMPO DOELOE

HANTU BOTAK PENUNGGU KUBURAN

Malam itu adalah malam Minggu Wage, seperti biasa remaja desa mengadakan pertemuan rutin, yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna. Pada pertemuan kali ini khusus membahas persiapan menyambut HUT RI 58. Acara pertemuann berjalan dengan dangat lancar sehingga sekitar pukul 22.00 WIB acara sudah dapat diakhiri dengan keputusan yang jelas.
“Dha, nanti habis rapat kita nyari jangkrik yuk” bisik Agus di sela-sela rapat, mengajat Handha untuk mencari jangkrik.
“Ntar aja, kita bahas lagi, selesai rapat nanggung bentar kagi rapat udah mau selesai” jawab Handha yang baru serius mendenganrkan keputusan rapat dibacakan kembali.
Memang di Desa itu banyak dijumpai jangkrik, karena saat itu baru musim panen kedelai. Berbeda dengan daerah lain yang biasa ada jangkrik pada saat musim panen kacang tanah. Namun tidak semua tempat di sawah ada jangkriknya, lokasi pencarian jangkrik berada di sebelah timur desa. Yang mana sebagian orang berpendapat bahwa daerah itu adalah daerah yang angker, karena di area persawahan itu ada sebuah makam yang terletak tepat ditengah-tengah sawah. Banyak orang yang merasa diganggu makhluk penunggu makam itu. Namun Agus dan Handha tidak peduli akan hal itu yang terpenting baginya adalah mendapatkan jangkrik yang banyak untuk dijual. Memang pada saat itu jangkrik banyak diminati oleh anak-anak. Karena takut keluar malam untuk mencari jangkrik, maka mereka pun mau membeli jangkrik dengan harga Rp 500,- perekor, itu pun tergantung jangkriknya. Apabila suranya keras maka harganyapun semakin tinggi.
“Gimana, jadi gak Gus, nyari jangkriknya ?” kata Handha selesai rapat
“Jadilah, ayo siap-siap ambil batrei (senter) dulu !” jawab Agus sambil berjalan pulan g mempersiapkan segala sesuatunya.
Selesai siap-siap merekapun berangkat, kira-kira waktu itu sudah jam 23.00 WIB. Mereka mengambil inisiatif untuk berpencar dalam mencari jangkrik. Agus yang arangnya terkenal dengan julukan orang pemberani, mengambil posisi di sebulah utara makam persis. Agus mencari jangkrik dengan serius dan tenang. Tanpa disadarinya seseorang tengah mengawasinya dari kejauhan. Sesosok laki-laki berbadan gendut dan berkepala botak itu pelan-pelan mendekati si Agus.
Karena merasa ada yang mendekatinya Aguspun menoleh kebelakang.
“Dapat belum Dha?” tanya Agus yang belum tahu siapa yang datang
Agus mengulangi pertanyaanya hingga berkali kali, namun laki laki itu tetap ga menjawab. Barulah Agus sadar bahwa yang datang bukanlah Handha, setelah melihat bahwa sosok itu tidak berjalan dengan kaki.
Sosok itu menyuruh Agus untuk kencing di tempat itu, dan ia pun nurut ketika disuruh untuk kencing.
Agus tidak bisa berkata apa-apa kecuali yanga komat kamit mengingat surat-surat Al Qur`an untuk mengusirnya.
Akhirnya Agus lemas dan pingsan di tempat itu ketika di temukan oleh Handha.
Setelah kejadian itu ia tidak berani lagi untuk mendekati tempat itu.
Makanya jadi orang jangan sok berani.